Friday, April 18, 2014

Sifat Periodik Unsur

Sifat periodik adalah sifat yang berubah secara beraturan sesuai dengan kenaikan nomor atom, yaitu dari kiri ke kanan dalam satu periode dan dari atas ke bawah dalam satu golongan. Sifat-sifat unsur yang mengalami keperiodikan adalalah jari-jari atom, jari-jari ion, energi ionisasi,  afinitas elektron, keektronegatifan, sifat logam dan nonlogam.

1.      Jari-jari atom
Jari-jari atom adalah jarak dari inti hingga kulit elektron terluar. Besar kecilnya atom ditentukan oleh jumlah kulit dan muatan inti. Dari atas ke bawah dalam satu golongan jari-jari atom semakin besar. Dari kiri ke kanan dalam satu periode jari-jari atom semakin kecil.

2.      Jari-jari ion
Ion positif (kation) terbentuk karena pelepasan elektron sedangkan ion negatif (anion) terbentuk karena penyerapan elektron. Ion mempunyai jari-jari yang berbeda secara signifikan dibandingkan dengan jari-jari atom netralnya. Ion positif mempunyai jari-jari yang lebih kecil sedangkan ion negatif mempunyai jari-jari yang lebih besar. 

3.      Energi ionisasi
Pelepasan elektron memerlukan energi untuk mengatasi gaya tarik intinya. Besarnya energi yang diperlukan untuk melepas satu elektron dari suatu atom netral disebut energi ionisasi. Semakin kuat gaya tarik inti maka energi ionisasinya semakin besar. Dalam sau golongan, dari atas ke bawah energi ionisasinya semakin kecil. Dalam satu periode, dari kiri ke kanan energi ionisasinya cenderung bertambah.

4.      Afinitas elektron
Energi yang menyertai penambahan 1 elektron pada suatu atom netral disebut dengan afinitas elektron. Afinitas elektron dinyatakan dalam kJ mol-1. Penyerapan elektron dapat disertai dengan penyerapan energi maupun pelepasan energi. Jika disertai dengan pelepasan energi maka afinitas elektronnya ditandai dengan tanda negatif sedangkan jika disertai dengan penyerapan energi maka afinitas elektronnya ditandai dengan tanda positif. Semakin negatif nilai afinitas elektron makin besar kecenderungannya menarik elektron dan membentuk ion negatif. Unsur yang mempunyai afinitas elektron negatif cenderung lebih stabil dalam bentuk ion negatifnya. Dalam satu golongan dari atas ke bawah afinitas elektronnya cenderung berkurang sedangkan dalam satu periode dari kiri ke kanan cenderung bertambah. Pengecualiannya adalah unsur alkali tanah dan gas mulia. Semua unsur golongan utama mempunyai afinitas elektron bertanda negatif. Afinitas elektron terbesar dimiliki oleh golongan halogen.

5.      Keelektronegatifan
Keelektronegatifan juga berkaitan dengan dengan kecenderungan unsur menarik elektron, tetapi tidak dikaitkan dengan pembentukkan ion negatif maupun positif, Keelektronegatifan merupakan suatu bilangan yang menggambarkan kecenderungan relatif suatu elektron kepihaknya dalam suatu ikatan kimia. Dari atas ke bawah dalam satu golongan keelektronegatifannya berkurang. Dari kiri ke kanan dalam satu periode semakin bertambah.

6.      Sifat logam
Sifat logam dikaitkan dengan keelektropositifan (kecenderungan atom melepas elektron untuk membentuk ion positif). Sifat logam akan bergantung pada energi ionisasi. Semakin besar energi ionisasi semakin sukar suatu atom untuk melepas elektron, dan semakin berkurang sifat logamnya. Dari kiri ke kanan dalam satu periode sifat logam berkurang. Dari atas ke bawah dalam satu golongan sifat logam bertambah.

0 comments:

Post a Comment