Wednesday, October 10, 2012

PERBEDAAN TEORI, HUKUM, PRINSIP, DAN KONSEP (Tugas Telaah Kurikulum Kimia)


PERBEDAAN TEORI, HUKUM, PRINSIP, DAN KONSEP


1. Teori menjelaskan objek atau peristiwa yang tidak langsung teramati.Sebuah teori menjelaskan aspek alam yang ada diluar (atau dibalik) apa yang dapat kita amati, aspek yang dapat digunakan untuk menjelaskan apa yang kita amati. kuman, atom, kalorik, ruang waktu melengkung, dan dawai dasar semuanya, memiliki derajat yang tidak dapat diamati. Itu mengapa mereka disebut teoritis. Namun itu tidak membuat mereka tidak nyata.

Contoh dari teori kimia adalah: Teori asam dan basa Arrhenius

Teori
·       Asam adalah zat yang menghasilkan ion hidrogen dalam larutan.
·       Basa adalah zat yang menghasilkan ion hidroksida dalam larutan.
Penetralan terjadi karena ion hidrogen dan ion hidroksida bereaksi untuk menghasilkan air.
Pembatasan teori
Asam hidroklorida (asam klorida) dinetralkan oleh kedua larutan natrium hidroksida dan larutan amonia. Pada kedua kasus tersebut, kamu akan memperoleh larutan tak berwarna yang dapat kamu kristalisasi untuk mendapatkan garam berwarna putih – baik itu natrium klorida maupun amonium klorida.
Keduanya jelas merupakan reaksi yang sangat mirip. Persamaan lengkapnya adalah:
Pada kasus natrium hidroksida, ion hidrogen dari asam bereaksi dengan ion hidroksida dari natrium hidroksida – sejalan dengan teori Arrhenius.
Akan tetapi, pada kasus amonia, tidak muncul ion hidroksida sedikit pun!
anda bisa memahami hal ini dengan mengatakan bahwa amonia bereaksi dengan air yang melarutkan amonia tersebut untuk menghasilkan ion amonium dan ion hidroksida:
Reaksi ini merupakan reaksi reversibel, dan pada larutan amonia encer yang khas, sekitar 99% sisa amonia ada dalam bentuk molekul amonia. Meskipun demikian, pada reaksi tersebut terdapat ion hidroksida, dan kita dapat menyelipkan ion hidroksida ini ke dalam teori Arrhenius.
Akan tetapi, reaksi yang sama juga terjadi antara gas amonia dan gas hidrogen klorida.
Pada kasus ini, tidak terdapat ion hidrogen atau ion hidroksida dalam larutan – karena bukan merupakan suatu larutan. Teori Arrhenius tidak menghitung reaksi ini sebagai reaksi asam-basa, meskipun pada faktanya reaksi tersebut menghasilkan produk yang sama seperti ketika dua zat tersebut berada dalam larutan.


2. Hukum adalah teori jenis khusus, yang menjelaskan seluruh kategori dan menjelaskan hubungannya dengan istilah paling umum. Hukum diawali dengan kata “semua,” seperti, Semua ini bersifat itu, semua benda bermassa saling tarik satu sama lain.Sebuah hukum tidak ada hubungannya dengan teruji atau diterima secara umum oleh masyarakat ilmuan. Sebuah teori adalah hukum karena apa yang dijelaskannya, bukan karena konfirmasi tertentu. Dan sebuah teori adalah hukum atau bukan hukum dari awalnya, bahkan saat ia diajukan pertama kali, saat ia berupa hipotesis.

Contoh dari hukum kimia adalah: HUKUM PERBANDINGAN TETAP = HUKUM PROUST
“Perbandingan massa unsur-unsur dalam tiap-tiap senyawa adalah tetap”

Contoh:
a. Pada senyawa NH3 : massa N : massa H
= 1 Ar . N : 3 Ar . H
= 1 (14) : 3 (1) = 14 : 3
b. Pada senyawa SO3 : massa S : massa 0
= 1 Ar . S : 3 Ar . O
= 1 (32) : 3 (16) = 32 : 48 = 2 : 3
Keuntungan dari hukum Proust:
bila diketahui massa suatu senyawa atau massa salah satu unsur yang membentuk senyawa tersebut make massa unsur lainnya dapat diketahui.
Contoh:
Berapa kadar C dalam 50 gram CaCO3 ? (Ar: C = 12; 0 = 16; Ca=40)
Massa C = (Ar C / Mr CaCO3) x massa CaCO3
= 12/100 x 50 gram = 6 gram
massa C
Kadar C = massa C / massa CaCO3 x 100%
= 6/50 x 100 % = 12%


3. Prinsip merupakan asas, kebenaran yang menjadi pokok dasar orang berfikir, bertindak, dan sebagainya. Prinsip adalah suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang/ kelompok sebagai sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak. Sebuah prinsip merupakan roh dari sebuah perkembangan ataupun perubahan, dan merupakan akumulasi dari pengalaman ataupun pemaknaan oleh sebuah obyek atau subyek tertentu.

Contoh dari prinsip kimia adalah: Prinsip Titrasi


Titrasi atau disebut juga volumetri merupakan metode analisis kimia yang cepat, akurat dan sering digunakan untuk menentukan kadar suatu unsur atau senyawa dalam larutan. Titrasi didasarkan pada suatu reaksi yang digambarkan sebagai :

  • Volumetri (titrasi) dilakukan dengan cara menambahkan (mereaksikan) sejumlah volume tertentu (biasanya dari buret) larutan standar (yang sudah diketahui konsentrasinya dengan pasti) yang diperlukan untuk bereaksi secara sempurna dengan larutan yang belum diketahui konsentrasinya.Untuk mengetahui bahwareaksi berlangsung sempurna, maka digunakan larutan indikator yang ditambahkan ke dalam larutan yang dititrasi.
  • Larutan standar disebut dengan titran. Jika volume larutan standar sudah diketahui dari percobaan maka konsentrasi senyawa di dalam larutan yang belum diketahui dapat dihitung dengan persamaan berikut :

Dimana :
NB = konsentrasi larutan yang belum diketahui konsentrasinya
VB = volume larutan yang belum diketahui konsentrasinya
NA = konsentrasi larutan yang telah diketahui konsentrasinya (larutan standar)
VA = volume larutan yang telah diketahui konsentrasinya (larutan standar)


Dalam melakukan titrasi diperlukan beberapa persyaratan yang harus diperhatikan, seperti ;

·         Reaksi harus berlangsung secara stoikiometri dan tidak terjadi reaksi samping.
·         Reaksi harus berlangsung secara cepat.
·         Reaksi harus kuantitatif
·         Pada titik ekivalen, reaksi harus dapat diketahui titik akhirnya dengan tajam (jelas perubahannya).
·         Harus ada indikator, baik langsung atau tidak langsung.
Berdasarkan jenis reaksinya, maka titrasi dikelompokkan menjadi empat macam titrasi yaitu :
·         Titrasi asam basa
·         Titrasi pengendapan
·         Titrasi kompleksometri
·         Titrasi oksidasi reduksi
Tahap pertama yang harus dilakukan sebelum melakukan titrasi adalah pembuatan larutan standar. Suatu larutan dapat digunakan sebagai larutan standar bila memenuhi persyaratan sebagai berikut :
·         mempunyai kemurnian yang tinggi
·         mempunyai rumus molekul yang pasti
·         tidak bersifat higroskopis dan mudah ditimbang
·         larutannya harus bersifat stabil
·         mempunyai berat ekivalen (BE) yang tinggi
Suatu larutan yang memenuhi persyaratan tersebut diatas disebut larutan standard primer. Sedang larutan standard sekunder adalah larutan standard yang bila akan digunakan untuk standardisasi harus distandardisasi lebih dahulu dengan larutan standard primer.


4. Konsep merupakan istilah yang digunakan untuk meng­gambarkan secara abstrak suatu objek.  Melalui konsep, diharapkan akan dapat menyederhana­kan pemikir­an dengan menggunakan satu istilah.  Seperti yang diungkapkan Nasution (2008:161) yang mengungkapkan bahwa ”Bila seseorang dapat menghadapi benda atau peristiwa sebagai suatu kelompok, golongan, kelas, atau kategori, maka ia telah belajar konsep”.

Contoh dari konsep kimia adalah: Konsep redoks berdasarkan pelepasan dan pengikatan oksigen.

Berdasarkan konsep pertama:  
a. Oksidasi adalah peristiwa pengikatan oksigen
Adapun contoh yang terkait dengan reaksi oksidasi berdasarkan konsep ini adalah sebagai berikut:
1) Perkaratan logam besi 
Reaksi perkaratan logam besi: 
4Fe(s) + 3O2(g) --> 2Fe2O3(s) [karat besi]
2) Pembakaran bahan bakar (misalnya gas metana, minyak tanah, LPG, solar) 
Reaksi pembakaran gas metana (CH4): akan menghasilkan gas karbon dioksida dan uap air. 
CH4(g) + O2(g) --> CO2(g) + 2H2O(g)
  
3) Oksidasi glukosa (C6H12O6) dalam tubuh (respirasi). Di dalam tubuh, glukosa di pecah menjadi senyawa yang lebih sederhana seperti carbon dioksida dan air. 
C6H12O6(aq) + 6O2(g) --> 6CO2(g) + 6H2O(l)
  
4) Oksidasi tembaga Cu, belarang S, dan belerang dioksida SO2: 
Cu(s) + O2(g) --> CuO(s) 
S(s) + O2(g) --> SO2(g) 
SO2(g) + O2(g) --> SO3(g)
  
5) Buah apel maupun pisang setelah dikupas akan berubah warna menjadi kecoklatan 
6) Minyak makan yang disimpan terlalu lama dan dalam kondisi terbuka akan menyebabkan bau tengik hasil dari pengikatan oksigen (teroksidasi) 
7) Menurut Anda, contoh apa lagi yang terkait dengan peristiwa oksidasi berdasarkan konsep pertama? Silakan tambahkan di sini !!
Zat yang mengikat oksigen kita sebut sebagai reduktor/pereduksi. Berdasarkan contoh-contoh reaksi oksidasi di atas, maka reduktor untuk reaksi: 1) Besi Fe; 2) Metana CH4; 3) Glukosa C6H12O6; 4) Cu, S, SO2


RESEP STEAK AYAM

yeahhhh...
setelah dicari ternyata ketemu juga buku resepnya :D


yeahhh...


saatnya untuk ngepost resep steak goreng ala kristin ;)))))





RESEP STEAK AYAM




Bahan
Dada ayam (0,5 kg)



Bahan pelapis:
tepung terigu
putih telur (kocok)



Bahan rendaman ayam:
1 siung bawang putih (cincang)
1 sdt merica bubuk
1 sdm air jeruk nipis
1 sdt garam 
2 sdm margarin cair
2 sdm kecap manis



Brown Sauce :
1 sdm margarin
1 siung bawang putih (cincang)
1/2 buah bawnag bombay (cincang)
1 sdm tepung terigu
1 sdm kecap manis
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt garam
gula pasir sesuai selera
kaldu ayam secukupnya (kalau aku dari rebusan tulang, nah airnya itu kaldu ayamnya)


Bahan Pelengkap : kentang goreng, buncis, dan wortel






Cara membuat :
1. Fillet dada ayam dan potong potong (Pukul-pukul)
2. Lumuri ayam dengan bumbu-bumbu rendaman ayam (marinade selama kurang lebih 15 menit)
3. Cara membuat brown sauce:

  • Panaskan margarin
  • Tumis bawang putih dan bawang bombay
  • Masukkan tepung terigu aduk-aduk sebentar
  • Masukkan kaldu ayam 
  • Aduk rata dan masukkan bumbu-bumbu lainnya
  • Tunggu sampai mendidih 
  • Tambahkan gula pasir secukupnya jika rasa kurang mantap
  • Jika kurang kental bisa ditambahkan tepung terigu atau tepung maizena yang telah diencerkan
4. Menggoreng ayam:

  • Ayam yang telah dimarinade dicelupkan dalam tepung terigu
  • Lalu celupkan ke dalam putih telur yang sudah dikocok
  • Guling-gulingkan lagi ke dalam tepung terigu
  • Goreng hingga berwarna kuning keemasan
5. Steak ayam siap disajikan :))







buku resep ilang

tiba tiba pengen post resep di blog
ehh...
malah buku resepnya lupa dimana.. *baca lupa naruh
udah dicari dimana mana tetep aja belum ketemu..
alhasil belom kesampaian ngepost resepnya -______-
semoga cepet ketemu deh buku resepnya jadi cepet bisa di post :))))))

Thursday, August 30, 2012

ra jelas

hari ini kan ada acara makan makan gitu..
sayangnya dita enggak bisa ikut dengan berbagai alasan
Alhasil jadinya cuman berempat..
trereng
kita bertiga pesen steak -menu standar-
pesenan kita bertiga udah dateng dan akhirnya kita makan duluan deh
nah temen kita satu ini pesenannya spesial -iga penyet-
Dan alhasil dia malah kepedesan sendiri sampe nangis :p
antara geli sambil menahan tawa :p


habis selese makan eh malah pada ngecengin cewek dengan menunjukkan arah jam 

hadeeh jadi pusing sendiri jalan sama mereka -___-

mana pada diajak pergi ngaretnya satu setengah jam sendiri lagi -_-

Saturday, August 4, 2012

cokelat monggo

Cokelat monggo merupakan salah satu makanan yang berbentuk cokelat yang menjadi salah satu ciri khas makanan dari Jogjakarta. Saya menyukai coklat ini karena terbuat dari dark chocolate. Saya menyukai dark chocolate karena rasanya tidak monoton dengna rasa manis saja tetapi juga terdapat rasa pahit yang menambah cita rasa. Aroma dari dark chocolate juga lebih enak karena tidak terlalu manis dan milky...








sampai saat ini saya masih menyukai coklat monggo dengan isi stawberry. Coklat ini terditi dari dark chocolate dengan filling selai strawberry yang manis dan asam. Sungguh perpaduan rasa yang nikmat ;))


Coklat monggo ini diproduksi di kawasan Kota Gedhe Yogyakarta. Tepatnya showroom dan factorynya terletak di Dalem Kg III/978 RT 043/RW 010 Kel. Purbayan Kotagedhe Yogyakarta Indonesia. Buka dari jam 08.00 - 17.00

Sampai saat saya membuat tulisan ini harga 1 coklat monggo seberat 40 gr seperti diatas adalah 13,5 k all variant di atas.


Selamat menikmati coklat monggo...yummy :9

MAKALAH ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR BUDAYA BERSEPEDA


MAKALAH ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
BUDAYA BERSEPEDA



Logo_uny HITAM PUTIH.png



Disusun oleh:
Nama     : Kristin Agustina Pratiwi
NIM        : 11303241033
Prodi       : Pendidikan Kimia


PRODI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2012

BAB I

A.   LATAR BELAKANG
Sepeda memang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Sepeda merupakan alat transportasi yang sering digunakan masyarakat dari masa penjajahan sampai masa kemerdekaan. Sepeda tidak mengenal batas derajat sosial seseorang karena disukai rakyat sampai pejabat. Bahkan, sepeda bisa menembus batas wilayah karena keberadaannya bisa ditemukan di kota dan di desa.
Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, kegemaran masyarakat untuk menggunakan sepeda menjadi berkurang ditelan zaman. Masyarakat lebih suka menggunakan kendaraan yang lebih modern, lebih cepat dan lebih menghemat waktu. Berbagai kendaraan, seperti sepeda motor dan mobil telah menjadi raja jalanan yang menguasai sepanjang jalan raya sampai jalan desa. Akibatnya polusi udara mencemari lingkungan dan kemacetan tak terhindarkan.
Menggunakan kendaraan modern seperti saat ini memang tidak bisa disalahkan karena hal itu telah membantu aktivitas manusia. Akan tetapi, kurang bijak rasanya apabila seseorang terlalu memaksakan diri untuk memiliki kendaraan seperti sepeda motor dan mobil tapi hanya gengsi dan ambisi. Kalau memang aktivitas kita bisa dijangkau sepeda, kenapa tidak kita menggunakannya.
Dengan beraktivitas menggunakan sepeda, banyak manfaat yang bisa kita dapatkan. Bersepeda bisa membuat badan kita sehat karena bersepeda seperti berolahraga, tidak menimbulkan polusi udara sehingga ramah lingkungan, dan bisa hemat biaya. Budaya bersepeda harus selalu dilestarikan di tengah arus kendaraan modern yang menguasai jalanan.

B.   TUJUAN
1.    Menjelaskan sejarah sepeda.
2.    Menunjukkan jenis-jenis sepeda.
3.    Menunjukkan budaya bersepeda pada saat ini.
4.    Menunjukkan upaya-upaya dalam melestarikan budaya bersepeda.

C.   RUMUSAN MASALAH
1.    Bagaimana sejarah sepeda?
2.    Apa saja jenis-jenis sepeda?
3.    Bagaimana budaya bersepeda pada saat ini?
4.    Sebutkan upaya-upaya dalam melestarikan budaya bersepeda?


BAB II

Sepeda merupakan kendaraan beroda dua atau tiga, mempunyai setang, tempat duduk, dan sepasang pengayuh yang digerakkan oleh kaki untuk menjalankannya. Sejarah sepeda bermula dari Eropa . Sekitar tahun 1790 sebuah sepeda pertama berhasil dibuat di Inggris. Cikal bakal sepeda ini diberi nama Hobby Horses dan Celeriferes yang ada terdiri dari dua roda pada sebuah rangka kayu. Sejak awal abad ke-18, Perancis sudah mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede. Pada masa lalu velocipede menjadi satu-satunya istilah yang merujuk kepada hasil rancangan bangun kendaraan dua roda, yang pada masa itu digunakan untuk menamai sepeda.Yang pasti, konstruksinya belum mengenal besi. Modelnya pun masih sangat "primitif". Ada yang mengatakan tanpa engkol, pedal tongkat kemudi (setang). Ada juga yang mengatakan sudah mengenal engkol dan setang, tapi konstruksinya dari kayu.
Baron Karls Drais von Sauerbronn yang berkewarganegaraan Jerman pantas disebut sebagai salah seorang penyempurna velocipede. Tahun 1818, von Sauerbronn membuat alat transportasi roda dua untuk menunjang efisiensi kerjanya. Sebagai kepala pengawas hutan Baden, von Sauerbronn membutuhkan sarana transportasi yang bermobilitas tinggi. Akan tetapi, model yang dikembangkan von Sauerbronn masih tidak jelas bentuknya, antara sepeda dengan kereta kuda. Hal ini menyebabkan masyarakat menjuluki sepeda ciptaan von Sauerbronn sebagai dandy horse.
Kirkpatrick MacMillan seorang pandai besi kelahiran Skotlandia berhasil membuatkan "mesin" khusus untuk sepeda pada tahun 1839. Mesin khusus dalam hal ini tentu saja bukan seperti mesin yang dimiliki sepeda motor, tetapi lebih mirip pendorong yang diaktifkan oleh engkol lewat gerakan turun-naik kaki mengayuh pedal. MacMillan pun sudah menghubungkan engkol tadi dengan tongkat kemudi (setang sederhana).
Ernest Michaux seorang penemu dari Perancis berhasil membuat pemberat engkol yang membuat laju sepeda memjadi lebih stabil pada tahun 1855. Sedangkan Pierre Lallement  seorang Perancis lainnya berhasil memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekelilingnya (sekarang dikenal sebagai pelek atau velg) pada tahun1865. Lallement juga yang memperkenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar daripada roda belakang.
Kemajuan paling signifikan terjadi saat teknologi pembuatan baja berlubang ditemukan yang menyusul kian baiknya teknik penyambungan besi serta penemuan karet sebagai bahan baku ban. Namun, faktor safety (keamanan) dan kenyamanan tetap belum terpecahkan. Teknologi suspensi (per dan sebagainya) belum ditemukan sehingga goyangan dan guncangan yang terjadi saat mengendarai sepeda sering membuat pengendara sepeda mengalami sakit pinggang. Masyarakat sering menjuluki sepeda Lallement sebagai boneshaker (penggoyang tulang). Saat era 1880-an, sepeda tiga roda dianggap lebih aman untuk  wanita atau laki-laki yang memiliki kaki pendek untuk mengayuh sepeda konvensional.
Sepeda roda dua kembali mendunia setelah berdirinya pabrik sepeda pertama di Coventry, Inggris pada tahun 1885. Pabrik yang didirikan James Starley ini makin menemukan momentum setelah tahun 1888 John Dunlop menemukan teknologi ban angin. Laju sepeda pun tak lagi berguncang. Penemuan lain seperti rem, perbandingan gigi yang bisa diganti-ganti, rantai, stang yang bisa digerakkan, dan masih banyak lagi makin menambah daya tarik sepeda. Sejak itu, berjuta-juta orang mulai menjadikan sepeda sebagai alat transportasi. Amerika dan Eropa menjadi pioner penggunaan sepeda sebagai alat transportasi pada masa itu.
Kini sepeda mempunyai beragam nama dan model. Pengelompokan biasanya berdasarkan fungsi dan ukurannya, antara lain:
1.    Sepeda gunung
Sepeda gunung digunakan untuk lintasan off-road dengan rangka yang kuat, memiliki suspensi, dan kombinasi kecepatan sampai 27.
Sepeda jalan rayadigunakan untuk balap jalan raya, bobot keseluruhan yang ringan, ban halus untuk mengurangi gesekan dengan jalan, kombinasi kecepatan sampai 27.
3.    Sepeda BMX
BMX merupakan kependekan dari bicycle moto-cross. BMX merupakan sepeda yang digunakan untuk atraksi maupun untuk penggunaan sehari-hari.
4.    Sepeda mini
Sepeda mini adalah sepeda anak-anak, baik yang beroda dua maupun yang beroda tiga.
5.    Sepeda angkut
Sepeda yang termasuk dalam kelompok ini adalah sepeda kumbang dan sepeda pos.
6.    Sepeda lipat
Sepeda lipat merupakan jenis sepeda yang bisa dilipat dalam hitungan detik sehingga bisa dibawa ke mana-mana dengan mudah. Dewasa ini sepeda lipat sangat popular di kalangan masyarakat Indonesia.
7.    Sepeda Balap
Sepeda balap merupakan sepeda yang model handlernya setengah lingkaran dan digunakan untuk balapan.
8.    Sepeda Fixie
Sepeda fixie menggunakan sistem kecepatan yang fixed/tetap yang membuat ayunan pedal rotasi terus berputar, sehingga untuk melakukan pengereman, pengemudi  sepeda fixie harus mengurangi kekuatan dengan melawan arah putaran pedal, atau yang biasa disebut sistem “Trape Door.
Dewasa ini budaya bersepeda di Yogyakarta kian meluntur. Pasalnya, aspek keamanan dan kenyamanan pengendara sepeda belum diperhatikan oleh semua pihak. Faktor keamanan dan kenyamana bagi pengendara sepeda  belum dapat terpenuhi sehingga melanggar hak masyarakat yang bersepeda. Digunakannya jalur sepeda untuk berjualan atau sebagai jalur bagi transportasi lain tentu mengganggu kenyamanan pengendara sepeda. Terlebih lagi dengan pertambahan volume kendaraan di Yogyakarta selain meningkatkan emisi karbon yang bisa berpengaruh pada kesehatan manusia. Hal ini juga membuat pengendara sepeda menjadi tidak nyaman dalam berkendara karena kendaraan bermotor biasanya tidak terlalu peduli pada pengendara sepeda.
Selain itu, implementasi bersepeda di kalangan pejabat pemerintah juga belum berjalan  dengan efektif. Jika semua pejabat membudidayakan bersepeda, masyarakat pun akan mengikuti pemimpinnya. Namun sayangnya hal ini masih belum bisa terjadi di Indonesia karena sebagian besar pejabat di Indonesia lebih suka memakai mobil mewah daripada transportasi yang merakyat seperti sepeda. Menurut Suparlan yang merupakan Direktur Eksekutif Walhi Yogyakarta, lunturnya budaya bersepeda tidak hanya terjadi di Yogyakarta tetapi di semua kota di Indonesia. Jika orang sudah merasa tidak aman dan nyaman menggunakan jalan, maka ia cenderung memilih transportasi lain.
Sejak dahulu, selain dikenal sebagai 'Kota Pelajar', Jogja juga dikenal sebagai 'Kota Sepeda'. Hal itu dikarena di kota ini banyak sekali sepeda yang sehari-harinya dikendarai pelajar, guru dan para pegawai. Sepeda bisa disebut sebagai kendaraan warisan dari zaman sebelum sepeda motor menjadi barang lumrah yang bisa dibeli dengan cicilan. Pada zaman keemasannya, sepeda itu layaknya sepeda motor di zaman sekarang. Membuat pemiliknya merasa bangga karena punya kendaraan pribadi, walaupun belum dalam kategori mewah. Saat itu yang masuk dalam kategori kendaraan mewah adalah sepeda motor dan mobil. Sedangkan kendaraan pribadi lain yang ada pada saat itu adalah kendaraan tradisional yang umumnya hanya dimiliki oleh keluarga bangsawan seperti kereta kuda. Kendaraan umum pada waktu itu adalah andong, delman, dokar, becak, dan bis kota atau trem. Jika sekarang sepeda motor menjadi raja di jalanan, pada zaman dahulu sepeda juga jadi penguasa jalanan.
Tidak mengherankan jika sampai sekarang sepeda masih menjadi salah satu kendaraan pribadi yang masih banyak dipakai oleh masyarakat Jogja. Selain disebabkan oleh nilai historisnya, hal ini juga karena masyarakat Jogja sudah terbiasa dengan sepeda sejak kanak-kanak.
Yogyakarta juga mempunyai slogan Segosegawe untuk mengkampanyekan penggunaan sepeda di daerah Yogyakarta. Segosegawe ini merupakan akronim dari 'sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe' yang berasal dari bahasa Jawa. Arti kata sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe dalam bahsa Indonesia adalah penggunaan sepeda untuk sekolah dan untuk bekerja.
Dewasa ini sepeda onthel juga sedang menjadi primadona di kalangan masyarakat. Bahkan sepeda onthel lawas pun ada yang harganya sampai puluhan juta. Oleh karena itu, sepeda selain akan tetap menjadi kendaraan pribadi yang sehat dan juga tetap bergengsi. Selain sepeda onthel, sepeda fixie juga sedang menjadi tren saat ini. Sepeda fixie ini sedang menjadi primadona di kalangan anak muda. Sepeda lipat atau akrab disebut dengan seli juga sedang banyak digandrungi oleh masyarakat. Segi kepraktisan dan kemudahan dalam membawa dan memakai dimana dan kapan saja menjadi salah satu daya tarik dari sepeda ini.
Namun, akhir-akhir ini budaya sepeda mulai ditinggalkan oleh masyarakat Jogja. Saat ini banyak masyarakat Jogja yang sudah beralih dari sepeda dan menggunakan kendaraan bermotor. Hal ini sebagian besar disebabkan karena kendaraan bermotor dianggap lebih praktis, dan efisien.
Untuk mendukung penggunaan sepeda Pemerintah Kota Yogyakarta telah membuat jalur sepeda yang tidak hanya berada di jalan protokol namun sampai masuk ke kampung-kampung. Dengan adanya jalur alternatif yang dibuat bagi para pengendara sepeda diharapkan juga mampu menarik minat masyarakat untuk menggunakan sepeda.  Selain itu disetiap traffic light juga sudah disediakan ruang tunggu bagi sepeda. Pemerintah juga menggadakan  acara car free day untuk mengajak masyarakat menggunakan sepeda.
Jika para karyawan atau pekerja gencar mengadakan bike to work. Para pelajar pun tidak kalah gencar mengadakan kampanye bike to school. Mahasiswa pun tidak mau kalah dengan menggalakan sepeda goes to campus. Di lingkungan kampus  UNY khususnya sudah tersedia lahan parkir khusus untuk sepeda. Pengguna sepeda di lingkungan kampus pun semakin meningkat. Tidak hanya mahasiswa yang mulai menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi, dosenpun sudah mulai ada yang memakai sepeda sebagai alat transportasi.
Adanya berbagai acara fun bike atau sepeda gembira pun membuat budaya bersepeda pelan-pelan mulai muncul kembali dan menunjukkan eksistensinya. Dengan bersepeda kita bisa berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan lingkungan karena bisa tomengurangi kendaraan bermotor yang selama ini menjadi sumber utama polusi udara dan suara.
BAB III

A.   KESIMPULAN
1.    Sejarah sepeda adalah sebagai berikut:
Sejarah sepeda bermula dari Eropa . Sekitar tahun 1790 sebuah sepeda pertama berhasil dibuat di Inggris dan diberi nama Hobby Horses dan Celeriferes yang ada terdiri dari dua roda pada sebuah rangka kayu. Awal abad ke-18, Perancis sudah mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede. Tahun 1818, Baron Karls Drais von Sauerbronn membuat alat transportasi roda dua yang bentuknya, antara sepeda dengan kereta kuda. Hal ini menyebabkan masyarakat menjuluki sepeda ciptaan von Sauerbronn sebagai dandy horse.
Kirkpatrick MacMillan seorang pandai besi kelahiran Skotlandia berhasil membuatkan "mesin" khusus untuk sepeda yang berupa engkol yang dikaitkan pada pedal pada tahun 1839. Ernest Michaux seorang penemu dari Perancis berhasil membuat pemberat engkol yang membuat laju sepeda memjadi lebih stabil pada tahun 1855. Sedangkan Pierre Lallement  seorang Perancis lainnya berhasil memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekelilingnya (sekarang dikenal sebagai pelek atau velg) pada tahun1865. Lallement juga yang memperkenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar daripada roda belakang.
Sepeda roda dua kembali mendunia setelah berdirinya pabrik sepeda pertama di Coventry, Inggris pada tahun 1885. Pabrik yang didirikan James Starley ini makin menemukan momentum setelah tahun 1888 John Dunlop menemukan teknologi ban angin. Laju sepeda pun tak lagi berguncang. Penemuan lain seperti rem, perbandingan gigi yang bisa diganti-ganti, rantai, stang yang bisa digerakkan, dan masih banyak lagi makin menambah daya tarik sepeda.
2.    Jenis-jenis sepeda adalah sepeda gunung, sepeda jalan raya, sepeda BMX, sepeda mini, sepeda angkut, sepeda lipat, sepeda balap, sepeda fixie.
3.    Budaya bersepeda pada saat ini mulai berkurang dibandingkan pada zaman dahulu. Masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan bermotor yang lebih efisien dan lebih praktis daripada sepeda. Namun, akhir-akhir ini budaya bersepeda sudah mulai digalakan dan masyarakat sudah mulai sadar akan dampak positif dari sepeda yang tidak mencemari lingkungan dan sudah mulai beralih menggunakan sepeda lagi.
4.    Upaya-upaya dalam melestarikan budaya bersepeda adalah pembuat jalur sepeda yang tidak hanya berada di jalan protokol namun sampai masuk ke kampung-kampung, membuat jalur alternatif yang dibuat bagi para pengendara sepeda, adanya ruang tunggu bagi sepeda disetiap traffic light, adanya acara car free day, kampanye bike to work, bike to school, dan sepeda goes to campus, serta adanya berbagai acara fun bike atau sepeda gembira pun membuat budaya bersepeda pelan-pelan mulai muncul kembali dan menunjukkan eksistensinya.

B.   SARAN
Dengan bersepeda kita bisa berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan lingkungan karena bisa tomengurangi kendaraan bermotor yang selama ini menjadi sumber utama polusi udara dan suara.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Asal-usul Sepeda Pertama di Indonesia. Diakses dari http://www.gowes.org/asal-usul-sepeda-pertama-di-dunia.html . pada 2 April 2012.
. 2011.Sejarah Sepeda Fixie atau Fixed Gear .Diakses dari http://www.gowes.org/sejarah-sepeda-fixie-atau-fixed-gear.html. pada 2 April 2012.
. 2012. SKL Eksis Pertahankan Budaya Sepeda di Jogja. Diakses dari http://www.tnol.co.id/id/community/interestgroup/12670-skj-eksis-pertahankan-budaya-sepeda-di-jogja.html. pada 3 April 2012.
 . 2011. Sejarah Sepeda. Diakses dari http://www.slideshare.net/kholesahmad/sejarah-sepeda-9946940 . pada 2 April 2012.
Arif, Ahmad. 2010. Melihat Indonesia Dari Sepeda. Jakarta: Penerbit Kompas.
Pramesti, Olivia Lewi. 2012. Budaya Bersepeda Kian Luntur. Diakses dari http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/03/budaya-bersepeda-kian-luntur. pada 2 April 2012.
Suhaepi, Epi. 2011. Usangnya Budaya Bersepeda. Diakses dari http://lampungpost.com/surat-pembaca/4881-usangnya-budaya-bersepeda.html. pada 3 April 2012.