Wednesday, July 3, 2013

DAMPAK PEMBAKARAN HIDROKARBON TERHADAP KENAIKAN SUHU BUMI



1.    Sumber Bahan Pencemaran akibat pembakaran hidrokarbon
a.    Pembakaran tidak sempurna
Pembakaran pada mesin kendaraan biasanya tidak sempurna sehingga asap kendaraan mengandung karbon monoksida (CO), jelaga, dan sisa bahan bakar (hidrokarbon).
b.    Pengotor dalam bahan bakar
Pembakaran bahan bakar fosil biasanya menghasilkan hasil samping oksida belerang SO2 atau SO3 karena bahan bakar fosil biasanya mengandung sedikit belerang.
c.    Bahan aditif dalam bahan bakar
TEL, Pb(C2H5)4 merupakan bahan aditif pada bensin. Pembakaran bensin bertimbal akan menghasilkan partikel timah hitam berupa PbBr2.
2.    Asap Buang Kendaraan Bermotor
Komposisi dari suatu contoh asap kendaraan bermotor
Gas
% Volume
Nitrogen
78
Karbon dioksida
9
Karbon monoksida
6
Oksigen
4
Hidrogen
2
Hidrokarbon
0.2
Oksida nitrogen
0.05-0.4
Belerang dioksida
0.006
Terdapat juga uap air dan karbon. Timbal terdapat dalam asap kendaraan yang menggunakan bensin bertimbal.
3.    Gas Hasil Pembakaran
a.    Karbon dioksida (CO2)
Gas CO dihasilkan secara alami dari proses pernafasan dan pembakaran sempurna berbagai senyawa hidrokarbon. Gas CO2 tidak membahayakan kesehatan tetapi pada konsentrasi tinggi dapat menyebankan pingsan karena CO2 menggantikan posisi O2 di dalam tubuh sehinga tubuh kekurangan oksigen.
Karbon dioksida tergolong gas rumah kaca, sehingga peningkatan kadar CO2 di udara dapat meningkatkan suhu permukaan bumi. Peningkatan suhu bumi karena meningkatnya kadar gas-gas rumah kaca disebut pemanasan global. Pemanasan global mempengaruhi iklim, mencairnya es di kutub, dan lain-lain.
Jumlah penduduk, kendaraan bermotor, dan industri yang menggunakan bahan bakar minyak bumi semakin meningkat sehingga jumlah CO2 yang dihasilkan juga semakin  meningkat. Sementara jumlah pepohonan semakin berkurang karena pembukaan lahan baru. Akibatnya, pemanfaatan CO2 oleh tumbuhan juga semakin berkurang yang menyebabkan terganggunya keseimbangan CO2. Kadar CO2 di udara menjadi berlebih dan membentuk lapisan CO2.
Sinar ultra violet (UV) dan sinar tampak yang berhasil menembus atmosfer bumi sebagian diserap oleh berbagai makhluk maupun zat yang ada di bumi dan sebagian lagi dipantulkan kembali ke angkasa dalam bentuk sinar inframerah (IR) yang lebih hangat. Lapisan CO2 di atmosfer akan menahan sinar inframerah yang dipantulkan bumi sehingga bumi tetap hangat karena sinar inframerah tersebut membawa energi panas. Namun, jika lapisan CO2 terus bertambah maka akan meningkatkan suhu bumi. Gejala pemanasan bumi akibat lapisan CO2 inilah yang disebut dengan efek rumah kaca (green house effect). Efek gas rumah kaca sebenarnya berfungsi sebagai selimut yang menjaga suhu permukaan bumi rata-rata sekitar suhu 15oC, tanpa gas rumah kaca diperkirakan sekitar -25 oC.
a.    Karbon monoksida (CO)
Sumber keberadaan gas CO ini adalah pembakaran yang tidak sempurna dari bahan bakar minyak bumi. Salah satunya adalah pembakaran bensin, di mana pada pembakaran yang terjadi di mesin motor, dapat menghasilkan pembakaran tidak sempurna dengan reaksi sebagai berikut.
2 C8H18(g) + 17 O2(g) → 16 CO(g) + 18 H2O(g)
Sumber lain yang menyebabkan terjadinya gas CO, selain pembakaran tidak sempurna bensin adalah pembakaran tidak sempurna yang terjadi pada proses industri, pembakaran sampah, pembakaran hutan, kapal terbang, dan lain-lain. Namun demikian, penyebab utama banyaknya gas CO di udara adalah pembakaran tidak sempurna dari bensin, yang mencapai 59%.
Gas CO tidak berwarna dan berbau serta bersifat racun. Gas CO dapat menimbulkan rasa sakit pada mata, saluran pernafasan, dan paru-paru. Bila masuk ke dalam darah melaui pernafasan, gas CO bereaksi dengan darah membentuk COHb (karboksihemoglobin).
CO + Hb → COHb
Afinitas CO terhadap Hb 300 kali lebih besar daripada O, bahkan Hb yang telah mengikat oksigen dapat diserang oleh CO. Jadi CO menghalangi fungsi vital Hb untuk membawa oksigen bagi tubuh.
           Ambang batas CO diudara sebesar 20 ppm. Udara yang mengandung CO dengan kadar lebih dari 100 ppm akan mengakibatkan sakit kepala dan gangguan pernafasan dan kadar yang lebih tinggi dapat mengakibatkan kematian. Salah satu cara mencegah peningkatan kadar CO di udara adalah dengan menggurangi penggunaan kendaraan bermotor dan memasang pengubah katalik (catalytic converter).
           Pengubah katalitik ini berupa silinder dari baja yang berisi struktur seperti sarang lebah yang dilapisi katalis (biasanya platina). Pada separo bagian pertama dari pengubah katalitik terjadi reaksi:
Pada bagian berikutnya, jika masih ada hidrokarbon dan karbon monoksida maka senyawa tersebut akan dioksidasi menjadi karbon dioksida dan air.
catalyticsconverter.jpg


0 comments:

Post a Comment